yaspen era utama, yaspen erautama, era utama, erautama, erautama.com

yaspen era utama, yaspen erautama, era utama, erautama, erautama.com

yaspen era utama, yaspen erautama, era utama, erautama, erautama.com

cari

Bank Sumut Berburu Rp 500 Miliar, Belajar Sampai ke NTB

TRIBUN, MEDAN-Kuda liar dan ternak sapi adalah contoh produk unggulan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pekan ini, manajamen Bank Sumut studi banding ke provinsi yang bersebelahan dengan Pulau Bali tersebut, bukan urusan mendapatkan hewan, melainkan berburu dana segar senilai Rp 500 miliar.

Untuk mendapatkan dana sebesar itu, manajemen Bank Sumut berburu sampai ke Mataram dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rombongan dipimpin Pemimpin Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Erwin Zaini didampingi staf Novri Perdana, dan Humas Bank Sumut, Erwinsyah. Wartawan senior dari lima media utama di Medan ikut dalam kunjungan tersebut.

"Mengapa studi banding ke BankNTB? Kami sudah mempelajari dan melihat beberapa bank. Misalnya, Bank NTT, NTB, Bank Aceh dan di Kalimantan. Ternyata persoalan di NTB hampir sama dengan di Sumut. Namun perkembangan modal BankNTB, 2009-2014, modal inti semula sekitar Rp 400 miliar, sekarang melonjak signifikan menjadi Rp 1,2 triliun. Kami ingin belajar kiat-kiat manajamen BankNTB," ujar Erwin di sela kunjungan studi banding kepada Direktur Utama BankNTB Komari Subakir, dan DPRD Lombok Utara, pekan ini.

Menurut Erwin, pemegang saham dan Direksi Bank Sumut telah memasang target program. Yakni, ekspansi penyaluran kredit kepada nasabah atau masyarakat, meningkatkan pendanaan pembangunan daerah, dan rencana meluncurkan Bank Sumut Syariah pada Desember 2018.

"Target kami, harus menghimpun dana segar Rp 500 miliar. Kami berharap sampai program spin off Bank Sumut Syariah, 2018 akhir, dana dari para pemilik saham dapat terwujud," ujar Erwin.

Sedangkan, menurut Erwin Zaini, dana Rp 0,5 triliun tersebut sangat diperlukan manajemen Bank Sumut untuk ekspansi kredit, meningkatkan sistem informasi dan teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mendanai pembangunan daerah, dan persiapan peluncuran (spin off) Bank Sumut Syariah.

Agar rencana tersebut telaksana, mutlak diperlukan dukungan para pemangku kepentingan (stakeholder) terutama gubernur, bupati/wali kota dan DPRD.

"Bank sumut selalu untung, tetapi kita selalu butuh pernyertaan modal, seperti disampiakan Pak Komari. Bank adalah bisnis padat modal, kalau tidak ada kesepakatan dividen dikembalikan sebagai penyertaan modal, akan sulit ekspansi kredit dari bank. Sebab, kredit perlu pengembangan. Perlu buffer (penyangga, kalau ada kredit bermasalah) itu tentu sesuai dengan CAR," kata Erwin.

Selain rencana peluncuran Bank Sumut Syariah, investasi perbankan perlu sangat besar, terutama terkait teknologi, lalu membeli kantor cabang baru, dan investasi SDM. Dan, itu tidak murah. Jadi dibutuhkan modal untu mengcover kredit, modal investasi seperti sistem IT, tahun ini akan pengadaan sistem, core banking system, dengan meningkatkan sistem IT.

"Diperlukan dana besar Rp 20 miliar-30 miliar. Itu hanya untuk teknologi," ujar Erwin.

Kebutuhan lainnya, pembelian kantor, seperti rencana membuka kantor cabang di Batam, Salak Ibu Kota Kabupaten Pakpak Bharat, Pulau Tello di Kabupaten Nias Selatan.

Hasil tukar pengalaman dan berbagi informasi dalam kunjungan ini, menurut Erwin, banyak hal positif dan baru yang dapat diterapkan manajemen Bank Sumut.
Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara (kedua dari kanan) didampingi Anggota DPRD Rinadi (kanan) menerima Pemimpin Sekretaris Bank Sumut Erwin Zaini (kedua kiri) dan Kepala Kantor Cabang Pembantu Bank NTB Lalu Purnawan di ruang rapat paripurna DPRD Lombok Utara, Rabu (10/10/2017). Tribun-Medan.com/ Domu Ambarita
Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara (kedua dari kanan) didampingi Anggota DPRD Rinadi (kanan) menerima Pemimpin Sekretaris Bank Sumut Erwin Zaini (kedua kiri) dan Kepala Kantor Cabang Pembantu Bank NTB Lalu Purnawan di ruang rapat paripurna DPRD Lombok Utara, Rabu (10/10/2017). Tribun-Medan.com/ Domu Ambarita (Tribun-Medan.com/ Domu Ambarita)

"Apa yang disampaikan Pak Komari, terus terang tantangan bagi Bank Sumut. Dengan iklim di Sumut tentu Bank Sumut, sama seperti itu, itu bagian dari good corporate government (GCG) yang dibangun. Prinsipnya sama seperti itu, harus berani. Langkah diambil adalah menyadarkan mereka, DPRD dan pemda bahwa bank ini miliki Sumut," kata Erwin.

Dia menyebut beberapa butir yang diperoleh dari BankNTB. Misalnya, penerapan tata kelola perusahaan yang baik/Good Corporate Governance (GCG), suatu struktur dan mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan, sehingga menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan.

Kalau para pemangku kepentingan mau bank ini maju, maka meraka seharusnya mendukung langkah-langkah yang diambil direksi.

"Terbukti, bank ini tidak pernah rugi, bahkan penyumbang terbesar bagi PAD. Dengan terbukti turn-over, 30 persen-40 persen, setoran saham (dividen). Ibarat bisnis, tidak ada turn over sebesar itu," kata Erwin.

Dari segi bisnis, sangat layak mereka mengembangkan Bank Sumut. Dan, dari segi pebambangunan daerah, bank dicitpakan untuk mendukung pembangunan daerah. Maka itu portofolio mendukung UMKM, seperti, pembiayaan besar dialokasi untuk kredit-kredit UMKM.

Modal Meningkat Drastis

Direktur Utama BankNTB H Komari Subakir mengungkapkan, kiat-kiat sukses mengelola bank ketika bertemu manajemen Bank Sumut.

BankNTB berdiri pada 1964. Selama hampir lima puluh tahun, sebelum 2010, prestasi BankNTB kurang tinggi, biasa-biasa saja.

Lalu Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi selaku pemilik saham, yang merupakan tuan guru, tokoh agama, ingin bank lebih berprestasi lagi. Keinginan gubernur itu menjadi motivasi bagi manajemen bank.

Direksi, selaku pengelola bank menanggapi keinginan gubernur, agar bank lebih berkembang lagi. Manajemen lalu meminta tambahan modal. Penambahan modal perlu untuk beberapa hal, seperti sistem dan tenaga IT yang memadai.

"Gubernur pun sepakat menambah modal. Lalu kami sepakat tidak langsung cari investor dari luar, maka solusinya kami cari dividen. Kami minta pemda selaku pemegang saham menahan dividen atau mengembalikan dividen," kata Komari.

Selanjutnya, manajemen menyampaikan, untuk pengembangan, bank perlu membangun gedung. Lalu BankNTB menerima aset berupa tanah dari pemda, dan itu dinilai sebagai setoran modal.

Komari berbagi beberapa kiat memajukan BankNTB. Sebelum 2009, modal inti BankNTB sekitar Rp 259 miliar.

"Perlu diingat, bank merupakan bisnis padat modal. Bank perlu banyak modal, apalagi saat ini perkembangan perbankan harus ditopang sistem IT yang canggih. Pengembangan perbankan pasti membutuhkan perangkat dan sistem IT mumpuni," ujar Komari.

Lalu terjadi lonjakan secara siginifikan di bawah kendali manajemen baru, Direktur Utama Komari. Dalam waktu delapan tahun, penambahan modal inti Bank NTB naik berlipat-lipat, sampai empat kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sejak lahir hingga 2009.

Terbukti, empat tahun kemudian, yakni pada 2013, modal inti meningkat lebih dari Rp 158 miliar menjadi Rp 578,3 miliar. Tahun berikutnya, modal inti naik lagi menjadi Rp 674 miliar, Rp 956,4 miliar (2015). Torehan modal terus meningkat, dan hingga Maret 2016 modal inti BankNTB sebesar Rp 1,229 triliun. (amb).

Sumber:
Tribun News


PROMO DAHSYAT TAHUN INI

SERBA GRATIS!!


  1. GRATIS UANG SEKOLAH/SPP SELAMA 2 BULAN (terhitung pada bulan Juli - Agustus)
  2. GRATIS BIAYA PENDAFTARAN
  3. GRATIS UANG GEDUNG/PEMBANGUNAN
  4. GRATIS UANG PRAKTEK
  5. GRATIS WIFI AREA

YAYASAN SPP TERMURAH SE-PROVINSI SUMATERA UTARA


  1. SMP hanya Rp 130.000/bulan
  2. SMA hanya Rp 180.000/bulan
  3. SMK BM hanya Rp 180.000/bulan
  4. SMK TI/STM hanya Rp 190.000/bulan
  5. SMK TIK/Komputer hanya Rp 190.000/bulan

HANYA ADA DI YASPEN ERA UTAMA

klik disini untuk segera mendaftar

Kunjungan Hingga Hari Ini: Jumat, 14 Desember 2018

Total kunjungan persesi (perperangkat)
3.350

Total kunjungan perklik (perhalaman)
3.909

Kontak Personal

Nama
Yosef Marco
HP
0812 6454 9577
Divisi
PKS Kesiswaan SMK Yaspen Era Utama
Nama
Mulinda Sari
HP
0821 8802 5256
Divisi
Staff/Pegawai Tata Usaha Yaspen Era Utama

Kabar Terbaru Hari Ini:

Liputan6.com, Antartika - Dalam studi terbarunya, NASA memperkirakan  Lihat Selengkapnya
Melihat realita, kita lihat ada orang tua yang berhasil dalam mendidik anak, ada juga yang gagal. Kegagalan orang tua dalam mendidik anak, umumnya karena kesalahan orang tua .... Lihat Selengkapnya
Daun kemangi biasa dimakan sebagai lalap. Selain itu juga bisa menjadi bumbu yang digunakan pepes, yang memiliki aroma kuat, dengan sedikit aroma limau.

biasa di sajikan .... Lihat Selengkapnya
Anda ketahui apakah itu artemisinin? Tanaman itu kelihatannya sudah tak asing lagi untuk kita, karena kita bisa temukan tanaman itu banyak tumbuh di halaman-halaman .... Lihat Selengkapnya
Dalam rangka Kegatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kecamatan Pancurbatu Tahun 2017, Marching Band YP. Era Utama mendapat Juara I tingkat kategori SMA sederajad. BRAVO .... Lihat Selengkapnya
Yayasan Perguruan Era Utama Pancurbatu, Jumat, 19 April 2017, mengadakan Acara Purnawidya untuk Tahun Ajaran 2016/2017. Acara berlangsung sangat meriah dan hikmat. Para .... Lihat Selengkapnya
Liputan6.com, Jakarta Sebagai taman rekreasi yang selalu bisa memberikan hiburan kepada keluarga dan anak-anak, Ancol Taman Impian juga tak lupa untuk memberikan apresiasi .... Lihat Selengkapnya
TRIBUN, MEDAN-Kuda liar dan ternak sapi adalah contoh produk unggulan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pekan ini, manajamen Bank Sumut studi banding ke provinsi yang .... Lihat Selengkapnya
Liputan6.com, Jakarta - Proses regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia memang sedikit terhambat. Belum ada pemain muda hebat yang muncul ke permukaan. Hal itu mendapat .... Lihat Selengkapnya
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Kick Off APEX BPR dan BPRS (Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah) di wilayah Sumatera .... Lihat Selengkapnya
Halaman: 1 | 2 | dari 11 hasil.
[klik] Lihat Semua Kabar >>
Copyright © 2018 Yayasan Perguruan Era Utama,
All rights reserved.
sedang memuat...
sedang memuat...
tutup background